Love You Een. Kamulah Jodohku
Tepat tanggal 9 Juni 2015 , diumur hubungan kita yang ke 3 Tahun 3 Bulan 3 Hari. Hari yang sangat berat untuk aku. Dimana kamu bicara kepadaku " Aku pingin sendiri dulu ". Disitu aku tersentak dan kaget. Ada apa dengan ini anak. Kok bicaranya ngaco seperti ini. Entah ada apa yang dipikirannya. Kita smsan sampe jam 2 malem ribut entah itu ngomong apa aja. Tapi dengan sikap dewasamu yang meluluhkan aku jadi tenang lagi. Tapi masalah ini masih menjadi misteri untukku. Sampai-sampai aku ga bisa tidur mikirin apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku masih ingin mempertahankan hubungan. 3 tahun loh bro. Bukan waktu yang sebentar buat bisa mertahanin pacaran selama itu. Jujur aja pas itu aku nangis gara-gara masalah ini. Kenapa bisa begini !!
Pas Minggu Tenang Semester 4. Aku pulang buat nemuin kamu dan membicarakan apa yang sebenarnya terjadi. Ngomong panjang lebar semua di omongin apa yang terjadi. Sampai-sampai kita berdua pun nangis dengan masalah yang kita hadapi. Tetap saja dengan tekadmu dari awal untuk tetap ingin sendiri. Aku sangat merasa sedih mendengarkan itu. Hal itu ada alasannya, Aku terlalu buruk dimasa lalu. Itu kata dia. Sepertinya aku menjadi beban buat dia. :(
Tadi malem tepatnya malam minggu, 27 Juni 2015. Aku membicarakan semua yang terjadi. Dan ingin mengembalikan kamu kepelukanku. Dia tidak ingin kita berkesudahan. Tapi dirinya tidak mampu buat memikirkan yang seperti itu. Dia bimbang antara lanjut atau berhenti. Hati melawan diri sendiri. Akupun menerima apa yang dia inginkan. Aku mencintainya tulus tanpa kurang sedikitpun. Kalau dia ingin kembali, akan banyak pintu terbuka buat kamu . Aku siap menjaga hatimu agar tidak terulang hal-hal yang membuat kita seperti ini. Sampai kapanpun aku tetep sayang sama kamu kok Een Isnenti, Kamu yang terbaik. Insya Allah jika Allah mengijinkan aku ingin kamu jadi pendamping hidupku , ibu dari anak-anak kita. Disetiap doa yang aku panjatkan selalu terselip namamu agar diberikan yang terbaik. Yang pasti berdoa agar bisa bersamaku kelak. Amin.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar